Rabu, Januari 22, 2014

CERPEN


NATA & NIKI
(Kalau Cinta Jangan Setengah-setengah)

Dua anak remaja yang sudah bersahabat hampir 18 tahun lamanya. Bagaimana tidak, rumah berdekatan, sekolahpun dari Sekolah Dasar sudah bersama. Nata dan Niki, itulah nama mereka berdua. Dimana ada Niki disitu pasti ada Nata begitupun sebaliknya. Hampir 18 tahun lamanya mereka selalu bersama sebagai sepasang sahabat baik suka dan duka. Dan pada suatu hari di belakang rumah Nata (tempat biasa dimana mereka menghabiskan waktu bersama) mereka berbincang, Nata berkata, “apa kamu nggak bosen udah menjomblo hampir 18 tahun? haha”. Lalu Niki menjawab, “apa kabarnya sama kamu? Kamu kan cowok apa nggak pernah sekalipun kamu deketin seorang cewek? Aku kan cewek jadi aku cuma nunggu pangeran aku dateng” jawaban Niki dengan nada sinis. Dan Nata hanya terdiam dan bekata dalam hati,”aku ngagumin kamu Niki, apa kamu nggak ngerasain itu?”. Ternyata selama ini Nata menyukai Niki yang dianggapnya sahabat selama 18 tahun ini, tapi karena sifat malunya Nata maka perasaan itu hanya di pendamnya dalam-dalam. Lalu merekapun membuat perjanjian, siapapun yang mempunyai pasangan terlebih dahulu maka dialah yang menang. Dan Nata pun dengan terpaksa menyetujuinya.
Ada anak baru di kelas  Nata dan Niki, ia bernama Analise. Hanya beberapa menit Analise sudah langsung akrab dengan Nata dan Niki. Sekarang kemana-mana mereka selalu bertiga, dan sampai akhirnya Analise memendam rasa Nata. Namun karena menjaga prsahabatan mereka, dan Alalise pun tahu kalau Nata menyukai Niki. Analise pun memilih untuk menyembunyikan perasaannya itu seperti perasaan Nata kepada Niki. Ternyata ada cinta segitiga yang tidak pernah mereka sadari satu sama lainnya. Ketika sedang duduk di kelas, Niki memergoki Analise sedang memegang foto Nata. “kamu suka Nata? Niki bertanya. Analise dengan kaget menjawab “ah, ngga kok Niki diakan sukanya sama kamu”. Dan pada saat itu Niki tahu kalau Analise memendam rasa kepada Nata, namun Niki mengerti kalau Analise tidak ingin dia menceritakan perasaannya itu kepada Nata.
Pagi hari disekolah ada pertandingan basket antar sekolah. Niki pun menjadi team chears di sekolahnya dan Nata menyumbang sebuah lagu, Nata suka menyanyi cita-citanya pun ingin menjadi seorang penyanyi terkenal. Pada saat pertandingan basket di mulai, anak-anak bersorak memanggil “Oliver, Oliver, Oliver...!! siapa Oliver? Dia salah satu pemain basket berpenampilan keren dari sekolah lain yang bertanding dengan sekolah Nata. Sorakan itu membuat Niki penasaran dan memperhatikan laki-laki yang di kagumi banyak perempuan itu dan melupakan janjinya untuk melihat Nata bernyanyi. Dan saat itu hanya Analise lah yang melihat Nata bernyanyi, namun yang di harapkan Nata adalah Niki. Setelah pertandingan basket selesai, tak di sangka Oliver mendekati Niki dan mengajak berkenalan, dan pada saat itu Nata melihat dengan perasaan sakit di dalam hatinya. Dan dengan perasaan gembira Niki menceritakan kepada Nata bahwa Niki berkenalan dengan Oliver, pemain basket yang keren itu. Namun dengan nada sinis Nata mengucapkan selamat. “pasti aku yang menang Nata, siap-siap menerima kekalahan yaa, haha” Niki memberi ledekan kepada Nata.
Dua minggu lamanya Niki dan Oliver berhubungan dan dua minggu lamanya juga Nata menyimpan sakit hatinya. “aku sayang banget sama kamu, kenapa kamu nggak bisa ngrasain itu Nik?” Nata sangat kecewa dan menyesal kenapa dia tidak bisa mengungkapkan perasaannya itu kepada Niki. Di tempat biasa, Niki menjumpai Nata yang sedang sendirian. “aku udah jadian sama Oliver lhooo.. aku menang kan Nat? Ungkapan Niki kepada Nata. Dan dengan perasaan sangat hancur sekali lagi Nata pun memberi ucapan selamat dan langsung meninggalkan Niki. Satu bulan Niki dan Oliver menjalin hubungan, dan sejak itulah Nata dan Niki jarang bersama. Niki lebih sering menghabiskan waktunya bersama Oliver kekasihnya dan Nata berusaha menjauhi Niki karena ketidak relaannya Niki dengan Oliver, lelaki yang baru beberapa hari Niki kenal.
Pada saat itu teman sekolah Nata dan Niki berulang tahun, seluruh siswa sekolahnya diundang termasuk Nata dan Niki. Nata sudah sangat yakin ingin mengajak Niki sebagai partnernya, tapi pasti Niki sudah mengajak Oliver kekasihnya. Dan dengan perasaan sangat sedih Nata pun mengurungkan niatnya itu dan terpaksa mengajak Analise sebagai partnernya. “Nat, partner kamu siapa buat undangan nanti malem? Niki bertanya. Dan Nata hanya berdiam tanpa sedikit senyumpun di wajahnya. “Nata kenapa ya? Apa dia marah sama aku?, Niki bertanya dalam hati. Niki merasa Nata berubah semenjak dirinya menjalin hubungan dengan Oliver. Malampun tiba dan Niki berdandan khusus untuk pesta temannya itu. Tiba-tiba telepon berdering “aku sakit, kamu gapapa kan dateng sendiri ke pesta itu?” Oliver berkata seperti itu. Dengan perasaan kecewa Niki pun datang seorang diri. Setelah beberapa menit, Oliver datang bersama wanita lain dan Niki sangat terpukul dengan apa yang dilihatnya itu. Niki pun menangis dengan meninggalkan pesta itu dan tanpa sepengetahuannya Nata mengikutinya dari belakang.
“Kamu nggak usah sedih, masih ada aku disini yang selalu ada buat kamu, kamu hanya salah memilih Nik”. Niki pun memeluk Nata dengan perasaan sangat sedih. “maafin aku ya Nat, aku tahu aku salah aku nggak pernah denger nasehat kamu”. “Gapapa, semua bisa diperbaiki. “Setelah lulus nanti aku mau pergi sekolah musik ke austri Nik, aku harap kamu baik-baik aja disini”. Mungkin ini perpisahan bahagia bagi Nata dan Niki. Niki berjanji akan menunggu Nata sampai pulang nanti dan Niki pun akan mewujudkan cita-citanya sebagai seorang penulis terkenal. Analise pun mengikhlaskan Nata dengan pilihannya, karena dia merasa kebahagiaan Nata adalah Niki.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar